Saturday, April 23, 2011

KISAH ASHABUL UKHDUD dari surah Al-Buruj.



Kisah ini sangat penting untuk dijadikan rujukan dan ikutan kepada pemuda-pemudi Islam zaman ini kerana ia mengisahkan seorang pemuda yang berani kerana Allah s.w.t, hatta ditaruhkan nyawa sekalipun. Ilmu yang benar akan memimpin kita kepada Allah s.w.t, dan ini lah yang di ajarkan oleh pendeta (ahli Ibadat) sedangkan ilmu yang diajarkan oleh ahli sihir istana adalah bathil semata-mata. Tawaqqal dan berserahnya pemuda itu kepada Allah s.w.t menyebabkan bukan sahaja dia seorang, malah keseluruhan rakyat mendapat hidayah dan beriman kepada Allah s.w.t. . Kita dapat mengikuti kisah pemuda ini tertera dalam Surah Al-Buruj dan diterangkan dengan jelas oleh Nabi kita Muhammad s.a.w dalm hadith baginda seperti berikut ;




Shuhaib bin Simaan Arrmmi ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Di masa dahulu ada seorang raja (Yahudi) yang mempunyai seorang yang ahli sihir, kemudian ketika ahli sihir telah tua ia berkata kepada raja: "Kini aku telah tua dan mungkin telah dekat ajalku, karena itu anda kirim kepadaku seorang pemuda yang dapat aku ajarkan kepadanya ilmu sihir" 

Maka raja berusaha mendapat seorang pemuda untuk mempelajari ilmu sihir itu, sedang di tengah jalan antara tempat ahli sihir dengan rumah pemuda itu ada tempat seorang pendeta (ahli ibadah) yang mengajar agama, maka pada suatu masa pemuda itu singgah di tempat pendeta untuk mendengarkan pengajiannya, maka ia tertarik dengan ajaran pendeta itu sehingga jika ia terlambat datang kepada ahli sihir dia akan dipukul, dan bila terlambat kembali ke rumahnya juga dia dipukul, maka ia mengadu tentang kejadian itu kepada pendeta.
Maka diajar oleh pendeta jika terlambat datang kepada ahli sihir supaya berkata aku ditahan oleh ibuku, dan bila terlambat kembali ke rumah katakan: Aku ditahan oleh ahli sihir.



Maka berjalan beberapa lama kemudian itu, tiba-tiba pada suatu hari ketika ia akan (hendak) pergi, mendadak (tiba-tiba) di tengah jalan ada seekor binatang buas sehingga orang-orang (ramai) tidak berani jalan di tempat itu, maka pemuda itu berkata: "Sekarang aku akan mengetahui yang mana lebih yang lebih baik di sisi Allah apakah ajaran pendeta atau ajaran ahli sihir", lalu ia mengambil sebutir batu dan berdoa "Ya Allah jika ajaran pendita itu lebih baik di sisimu maka bunuhlah binatang itu supaya orang-orang dapat lalu lalang di tempat ini".Lalu dilemparkanlah batu itu, dan langsung terbunuh binatang itu. Dan orang ramai gembira karena telah dapat lalu lintas di jalan itu.


Maka ia langsung memberitakan kejadian itu kepada Rahib (pendita), maka berkatalah Rahib itu kepadanya : "Anda kini telah afdhat (pesan) daripadaku, dan anda akan diuji, maka jika diuji jangan sampai menyebut namaku". Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit yang berat-berat pada semua orang.


Ada seorang pembesar dalam majlis raja dan dia telah buta karena sakit mata, ketika ia mendengar berita bahwa ada seorang pemuda dapat menyembuhkan pelbagai macam penyakit maka ia segera pergi kepada pemuda itu sambil membawa hadiah yang banyak, sambil berkata: "sembuhkan aku, dan aku sanggup memberikan kepadamu apa saja yang anda suka".


Jawab pemuda itu: "Aku tidak dapat menyembuhkan seseorang pun sedang yang menyembuhkan hanya Allah azza wajalla, jika engkau mahu beriman (percaya) kepada Allah, maka aku akan berdoa semoga Allah menyembuhkan mu".
Maka langsung dia beriman kepada Allah dan didoakan oleh pemuda dan seketika itu juga ia sembuh dengan izin Allah s.w.t.
Kemudian ia kembali ke majlis raja sebagaimana biasanya, dan ditanya oleh raja
"Hai Fulan siapakah yang menyembuhkan matamu" Jawabnya "Rabbi (Tuhanku)".
Raja bertanya: "Aku?".
Jawabnya "Bukan, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu iaitu Allah".
Ditanya oleh Raja "Apakah anda mempunyai Tuhan selain Aku?"
Jawabnya "Ya, Tuhan ku dan Tuhanmu ialah Allah".

Maka disiksa oleh raja seberat-beratnya siksa sehingga terpaksa ia memberitahu raja itu akan pemuda yang mendoakannya untuk sembuh itu.
Maka segera dipanggil pemuda itu lalu berkata "Hai anak sungguh hebat sihirmu sehingga dapat menyebuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit"
Jawab pemuda itu "Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun, hanya semata-mata Allah azza wa jalla". Raja itu pun bertanya "Adakah aku?", "Tidak" jawab permuda itu. maka tanya raja itu "Adakah engkau ada tuhan lain selain aku?" Jawab pemuda "Ya, Tuhanku dan Tuhanmu hanya Allah". Maka pemuda itu ditangkap dan disiksa seberat-beratnya sehingga terpaksa dia menunjukkan pada Rahib yang mengajarnya. Maka dipanggil Rahib dan dipaksa untuk meninggalkan agamanya, tetapi Rahib tetap bertahan dan tidak mahu beralih agama, maka diletakkan gergaji di atas kepalanya dan digergaji dari atas kepalanya hingga terbelah dua badannya.


Kemudian kembali pemuda itu diperintah untuk meninggalkan agama yang dianutnya (agama Islam), tetapi pemuda ini juga menolak perintah raja, Maka raja memerintahkan supaya pergi ke puncak gunung dan di sana juga supaya ditawarkan kepadanya untuk meninggalkan agamanya dan mengikuti agama raja, jika tetap menolak supaya dilempar dari atas gunung itu, maka ketika telah sampai di atas gunung dan ditawarkan kepadanya pemuda untuk berubah agama, dan ditolak oleh pemuda itu. Kemudian pemuda itu berdoa "Allahumma ikfinihim bimaa syi'ta: (Ya Allah selesaikanlah urusanku dengan mereka ini dengan aku sehendak-Mu)". Tiba-tiba gunung itu bergoncang sehingga mereka berjatuhan dari atas bukit dan mati semuanya, maka segeralah pemuda itu kembali menemui raja, dan ketika ditanya: "Manakah orang-orang yang membawamu?". Jawabnya: "Allah yang menyelesaikan urusan mereka".
Lalu pemuda itu diperintah untuk membawanya ke laut dan naik perahu, bila telah sampai di tengah laut ditanyakan padanya jika ia mau mengubah agama, jika tidak maka lemparkan ke dalam laut dan ketika telah sampai di tengah laut pemuda itu berdoa: "Allahumma ikfinihim bimaa syi'ta", maka tenggelamlah orang yang membawanya semuanya dan segeralah pemuda kembali menghadap raja. Dan ketika ditanya oleh raja "Bagaimana keadaan orang-orang yang membawamu?" Jawabnya: "Allah yang menyelesaikan mereka".
Kemudian pemuda itu berkata kepada raja "Engkau takkan dapat membunuhku kecuali jika engkau menurut perintahku maka dengan itu engkau akan dapat membunuhku" Raja bertanya: "Apakah perintahmu?" Jawab pemuda: "Kau kumpulkan semua orang di suatu lapangan, lalu engkau gantung aku di atas tiang, lalu anda ambil anak panah milikku ini dan kau letakkan di busur panah dan membaca: Bismillahi Rabbil ghulaarn (Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini), kemudian anda lepaskan anak panah itu, maka dengan itu anda dapat membunuhku". Maka semua usul pemuda itu dilaksanakan oleh raja, dan ketika anak panah telah mengenai pelipis pemuda itu ia mengusap dengan tangannya dan langsung mati, maka semua orang yang hadir berkata: "Aamannaa birrabil ghulaam (Kami beriman kepada Tuhannya pemuda itu)". Sesudah itu ada orang memberitahu kepada raja bahwa semua rakyat telah beriman kepada Tuhannya pemuda itu, maka bagaimanakah usaha untuk menghadapi rakyat yang banyak ini. Maka raja memerintah supaya di setiap jalan digali parit dan dinyalakan api, dan tiap orang yang berjalan di sana, dan ditanya lentang agamanya, jika ia telap setia pada kami biarkan, tetapi jika ia tetap percaya kepada Allah masukkanlah ia ke dalam parit api itu.
Maka adanya orang berjejal-jejal (berbaris-baris) dorong mendorong yang masuk di dalam parit api itu, sehingga tiba seorang wanita yang menggandong(membawa) bayinya yang masih menyusu, ketika bayinya diangkat oleh pengikut-pengikut raja untuk dimasukkan kedalam parit berapi itu, wanita itu hampir menurut mereka berganti agama karena sangat belas kasihan pada anaknya yang masih kecil itu, tiba-tiba anak bayi itu berbicara dengan suara lantang: "Sabarlah hai ibuku karena kau sedang mempertahankan yang hak.
(H.R. Ahmad, Muslim dan Annasa'i)



Berkata Ibnu Abbas kisah ini berlaku 70 tahun sebelum Nabi saw.
Semoga pemuda-pemudi Islam kita akan mengambil iktibar dan pedoman dari kisah yang hebat ini. 

Sunday, April 10, 2011

Pahit

KOMITMEN DALAM BERMUJAHADAH




"Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata. "  (Al-Ahzab : 36)


"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah : 71)


Remember,


PUBLIC


PURPOSEFUL


LIMITED


p/s : report BIOOOOOOOOO... maaf, kekaratan otak melanda untuk menulis. 

Saturday, March 19, 2011

Iqrak!!

(Awas, artikel ini akan menyebabkan anda berasa sakit hati, penulis khuatir jika terdapat pembaca yang ingin terjun bangunan selepas membaca.)

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya kesal.

Saya rasa ralat.

Saya rasa poyo.

Saya rasa…

Rasa2 kenape ye??

Entahla. Kesal sungguh.

Mengapa???

Yela. Saya nak cerita la ni.

Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah kerana telah mentakdirkan saya untuk berada dalam kelompok masyarakat yang dikurniakan akal untuk berfikir demi masa depan mereka.

Saat sebegini membuatkan saya teringat pada zaman persekolahan dahulu.
Di mana sahabat-sahabat bukan sahaja berlumba-lumba dalam mengejar kejayaan berukuran A+ semata-mata, tapi kejayaan mentaliti untuk pembangunan ummah.

Ye, kami berdebat, kami berkonflik, kami bercanggah.. oh! Mungkinkah saya termasuk dalam komuniti ‘KAMI” itu? Dulu saya sering kecewa kerana kebanyakan dari mereka yang mempunyai fikrah pemikiran kritikal adalah kaum muslimin. Saya kecewa kerana saya tiada teman untuk berbincang dan berkongsi pemikiran. Eh, ada juga..... macam Najwalhuda, Diana... terima kasih kerana sudi syok sendiri bersama saya. Waktu lapang saya bukan sahaja dihiasi dengan buku akademik semata-mata, saya juga akan ditemani buku-buku yang dapat mencorak pemikiran matang, kerana saya yakin, kejayaan bukan diletakkan secara mutlak berdasarkan ukuran A semata-mata. Otak manusia bukan seperti robot, disumbatkan segala fakta hanya untuk dimuntahkan ke kertas ketika peperiksaaan, tetapi otak kita juga memerlukan software yang mantap untuk diprogramkan bagi membentuk intetktualiti dan sahsiah diri.

Kini, saya berada di IPT. Saya agak kecewa, walau saya dikelilingi oleh kelompok masyarakat yang mengejar kejayaan masa depan yang bukan kepalang, tapi saya melihat mereka tenggelam dalam pembudayaan intelektualiti. Erm, saya ulang, bukan semua ye. Saya kecewa jika ditegur membaca buku-buku kesayangan saya (yang macam untuk orang tua2 baca tuh) seperti membuang masa. Boleh kata, kadang-kadang saya merasakan jiwa saya menjerit, ingin sahaja membaling kritikan pedas kepada masyarakat yang malas membaca. Tapi, ingin saya katakan di sini, bukanlah saya bermaksud untuk menghasut kalian dengan hasutan supaya kalian mengenepikan report biology sepanjang 3000 perkataan atau meninggalkan buku Campbell setebal 5000 muka surat itu. Tapi saya teringin juga ingin menghasut kalian untuk meninggalkan game Counterstrike yang kalian habiskan masa berjam-jam hanya untuk menembak-nembak. Grrrr.. (saya tak penah main game, jujur cakap, old-skool benar kan? Ape aku kisah?)


Jujur saya kisah, sangat2lah kisah jika isu yang berlaku di Palestin kamu tak mau amik tau.

Jujur saya kisah, sangat2 kisah jika masalah yang berlaku di Jepun kamu tak mau amik tau.

Jujur saya kisah, sangat2 kisah jika isu yang berlaku di tanah Arab pon kamu tak mau amik tau.

Jujur saya kisah, jika kamu tak kenal siapa itu Hosni Mubarak, Ben Ali, Muamaar Gaddafi, Ismail Haniyeh, Mahmoud Abbas, erk.. Barack Obama???? Krkkk…..

Jujur saya kisah, jika kamu sudah tahu dahulu pasal Ayu Raudhah dah kahwin dengan Zakwan Adha sebelum saya tahu!!! (chewah!)

Hei.. saya tau kamu cerdik, pandai, geliga permata sakti..
Saya pon tak sehebat kamu…
Tapi sedarilah, setinggi mana ilmu yang dimiliki, andai tidak ditunjangi dengan matlamat untuk memberikan output kepada masyarakat, ke mana jua A* itu akan pergi.

Menurut statistik yang telah dijalankan oleh Perpustakaan Negara Malaysia, secara purata Rakyat Malaysia hanya membaca 2 naskhah bahan bacaan dalam setahun. Berdasarkan hasil kajian tersebut, didapati bahawa rakyat Malaysia lebih gemar membaca bahan bacaan picisan seperti komik, novel, majalah hiburan dan sebagainya.

Mari kita lihat dan bandingkan bagaimana sarjana awal islam menjadikan amalan membaca sebagai budaya dalam kehidupan mereka.

Al-Hafiz Ibn Hajar Al-Asqolani mampu mengkhatamkan kitab hadis ‘Mukjam Saghir’ karya Imam Tabrani yang mempunyai rubuan hadis hanya dalam jangka masa beberapa jam, antara waktu Zohor dan Asar. Ketika itu beliau berada dalam pengembaraan ekspedisi ilmu.
 Fairuz Abadi (wafat: 817H) ketika mengembara ke Damsyiq untuk mencari ilmu, beliau menghabiskan bacaan Kitab sahih Muslim dalam masa 3 hari sahaja! (buat pengetahuan, sahih Muslim lebih tebal daripada Kamus Oxford Dictionary). Hadis-hadis dalam kitab Muslim mencapai angka 7000 hadis. 
Imam Syafiee (wafat : 204 H) dikatakan apabila membaca sesebuah kitab, beliau akan menutup muka surat sebelumnya, bagi memberi peluang kepadanya mengingati segala yang telah dibaca pada muka surat sebelumnya dan juga untuk mengelakkan beliau menjadi terlalu cepat membaca.


Saya teringat akan pesanan Murabbi saya, Ustaz Ridha yang sering  mengingatkan kami, pelajarnya untuk membudayakan membaca dalam kehidupan. Dulu saya pernah memberi alasan kepada beliau kerana kekurangan kewangan dan kekangan masa menyebabkan saya mempunyai masalah untuk mendapatkan buku-buku yang dapat mencambahkan kritikaliti pemikiran saya. Saya mencari solusi, argh! Mengapa harus saya mengeluh kepada perkara-perkara remeh seperti itu? Google ade. Yahoo ade, carilah e-book.. library sebesar White House tuh, berlambak buku… tunggu nak or tak nak je…

Ustaz Riduan Mohd Nor, diceritakan oleh Ustaz Ridha, beliau akan menulis sebuah buku setiap bulan. (saya ulang, menulis sebuah buku! Bukan membaca sebuah buku ye!) kalau kita ni, nak baca sebuah buku pon, erk… (argh, report berlambak, homework, assignment..bla..bla..bla…!! Krkkk…)  

Ustaz selalu pesan kepada saya,
Hayati, hanya orang sibuk sahaja ada masa.

Duhai sahabat yang dikasihi...

Bacalah!
Dengan Nama TuhanMu Yang Maha Menciptakan!

Teringat pesanan sahabat saya, Hamizah Sahat, yang amat saya rindui:

"Untuk Hayati tersayang, kalau era keterlibatan kerja kita kita dalam kerja dakwah adalah era masalah, krisis, lesu dan bisu, maka tawarkan diri menjadi penyelesaian, pujuklah dirimu wahai pengeluh, agar menjadi salah satu antara dua, sama ada menjadi penyumbang kepada penyelesaian, atau penawar diri kepada penyelesaian, bagi yang berjuang sekadar pinggiran, mengeluh sepanjang zaman, sesungguhnya syurga tidak begitu mengalukan penonton yang budiman" 

Wednesday, March 16, 2011

Duhai Teman..

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum wbt.
lame sungguh tak lepak2 kat blog sendiri. adoyai, yela, orang perasan sibuk.:p
bukan tak mau sentuh, tp tak tau pemender nak tulis.
sy jenis menulis secara spontan. takkan buat draft.
sebabtu kalau tengok paper exam sy soalan esei akan ada banyak strikethrough
so kalau tak de idea, mmg tak menulis la. Grrrr..eh! Krkkkkk






Ya Allah! 
tika Kau hadiahkan aku sahabat,
kau jadikanlah hatinya bersyukur atas kurniaanMu,
Kau jadikanlah hatinya berlapang dada menerimaku,
Tika Kau hadiahkan aku sahabat,
kau jadikanlah sahabatku ini sebagai teman seperjuanganku,
peniup semangat juangku,
saling membantu memikul beban dakwahMu.
Kau jadikanlah hubungan ini disemai atas redhaMu,
teguhannya atas cinta kepadaMu,
dilindungi dari maksiat dan hal yang melalaikan dari mengingatiMu,
Ya Allah! bahagiakalah hatiku dan hati sahabat2ku dengan cinta kepadaMu.. 
amin...


kepada sahabat tersayang, teman seperjuangan di MRSMTGB, Syurafateha, Farahanim, Atiqah , Ayush, Hamizah, Amirah Azmi, Aisyah Fadir, Azwin, Zulaikha, dan Zati Nabilah, Najwalhuda... terime kasih kerana menjadi pendukung perjuanganku menegakkan agamaNya..


kepada Shafira, Aziza Aini(hah! tersedak hang!), Anis Nadyra, Afiqah Isa, Liyana Mardhiah, Adibah, Athirah zuhari, Ain Muhammad, Awanis, Kak Nad, Kak Azwa, Kak Sofiah, Kak Mariah, Kak Syafinaz.. erm, tak  terungkap semuenye.. moge Allah sentiase tautkan hati kita dalam Mihrab CintaNya ..


tak lupa kepada sahabat maya, yang amat kurindui kerana Allah, Siti Ruhayu dan Zaiyan Masturah, terima kasih kerana banyak mentarbiahku dengan hakikat cinta kepada Allah.. 


dan kepada Mahfuzah Zulkifli, terima kasih kerana memberi aku inspirasi untuk terus bertahan, untuk mencari kekuatan dari Allah, Tuhan yang Maha Membolak-balikkan hati.. kerana kita pernah merasai buruknya hitam, kerana itulah kita sedar betapa cantiknya putih.. (^______^)



Duhai teman..

aku ingin persahabatn kte laksana Rasulullah dan Abu Bakar,
dijalin kerana Al-Khaliq,
tulusnya hati mengharap redhaNya,
harta dikorban mengharap cintaNya,


aku ingin kita menyemai benih Hasan al-banna,
ukhuwah dijalin laksana untaian tasbih,
diratib utk mengingatiNya,
butiran zikir kumandang kasih,
penyatuan hati menjadi pembela..

andai kata kaki ini futur..
maka saksikanlah sahabat,
ingatkan daku,
janji2 kita..
mana mungkin Musa tanpa Harunnya,
mana mungkin juga aku tanpa kamu..

maafkan aku shbt,
ak tak sehebat Masyitah,
ak tak seteguh Zinnirah,
ak tak setabah Asiah,
ak hanya aku...
seorg insan yg bertatih mencari kekuatan..

andai kata aku lupa,
ingatkan ak dengan senyuman gagah kamu,
sehebat senyuman Syed Qutb berdepan tali gantung,
agar roh dakwahku tidak tersurut..


Ya Allah, jadikanlah kami bidadari syurga.. amin.. 

p/s :sajak ini ditulis secara spontan selepas membaca puisi nukilan Shafira.erm, sweet tak? (kata Aziza) hehe. 

Sunday, February 27, 2011

Wasiat Terakhir Syed Qutb




Saudara!
Seandainya kau tangisi kematianku
Dan kau siram pusaraku dengan airmatamu
Maka di atas tulang-tulangku 

Yang hancur luluh
Nyalakanlah obor buat ummat ini
Dan ……
Teruskan perjalanan ke gerbang jaya
Saudara!
Kematianku adalah satu perjalanan
Mendapatkan kekasih yang sedang merindu
Taman-taman di syurga Tuhanku bangga menerimaku
Burung-burung-Nya berkicau riang menyambutku
Bahagialah hidupku di alam abadi
Saudara!
Puaka kegelapan pasti akan hancur
Dan alam ini akan disinari fajar lagi
Biarlah rohku terbang mendapatkan rindunya
Janganlah gentar berkelanan di alam abadi
Nun di sana fajar sedang memancar...





Janganlah kamu menyangka orang yang gugur berjuang pada jalan Allah itu mati. Sesungguhnya mereka itu hidup dan diberi rezeki oleh Allah.” (Ali Imran: 169)





sajak ini ditulis beberapa ketika sebelum beliau ke tali gantung dan menemui syahid. 

Thursday, February 3, 2011

Fiqh Awlawiyat (Tingkatan Keutamaan Dalam Islam)






1)       Al-Quran
a.         Firman Allah SWT : أجعلتم سقاية الحاج وعمارة المسجد الحرام كمن آمن بالله واليوم الآخر وجاهد في سبيل الله لا يستوون عند الله
Ertinya : “Adakah kamu sifatkan hanya perbuatan memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan Haji, dan (hanya perbuatan) memakmurkan Masjid Al-Haraam itu sama seperti orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta berjihad pada jalan Allah? Mereka (yang bersifat demikian) tidak sama di sisi Allah..” ( Ayat At-Tawbat : 19)
b.        Al-Hujurat : 13
c.         Az-Zumar : 9
d.        An-Nisa : 95-96
e.         Faatir : 32 

2)       As-Sunnah
a.         Sabda Nabi SAW : Ertinya : “Iman itu mempunyai 70 lebih cabang, yang terunggul adalah kalimah “Tiada Tuhan melainkan Allah” , dan tahap yang paling rendah adalah membuang gangguan dari jalan raya.”
( Al-Bukhari, Muslim , at-Tirmidzi )
b.        Sabda Nabi SAW : Ertinya : “Amalan yang paling disukai oleh Allah adalah amalan yang berterusan walaupun sedikit”
c.         Sabda Nabi SAW : Ertinya : “Solat berjemaah adalah lebih utama dari solat bersendirian 27 kali ganda keutamaan” ( Bukhari dan Muslim )
d.        Sabda Nabi SAW : Ertinya : “Sesungguhnya kedudukan seseorang dari kamu yang berjuang pada jalan Allah adalah lebih utama dari solat (sunat) seseorang  kamu di rumahnya selama 70 tahun”(At-Tirmidzi, hadith hasan menurut Tirmidzi dan Shohih menurut al-Hakim & dipersetujui oleh az-Zahabi)   


BEBERAPA PERKARA ASAS BERKAITAN MASLAHAT

Sebelum kita memasuki topik ini, menjadi kewajipan bagi kita untuk mengetahui pembahagian ‘maslahat’ menurut para ulama Islam serta bagaimana kaedah mengenalpastinya. Berikut adalah penerangannya secara ringkas :- 
1)       Maslahat dan Pembahagiannya.
Sebagaimana yang telah diadun dengan teliti oleh para ulama usul fiqh Islam, maka hasilnya mereka  membahagikan maslahat seperti berikut :

a.         Ad-Dharuriyyat : Keperluan utama manusia, tanpanya tergugat kehidupan dan membawa kehancuran.    Setelah dilakukan penelitian penuh (al-Istiqra’) terhadap nusus al-Quran dan Hadith, maka cendikiawan Islam telah menyusunnya menurut tingkatan keutamaan seperti berikut [1] :-
·          Keperluan Agama : Kewajiban menyebar dan menjaganya dari ancaman musuh.
·          Keperluan Nyawa : Kewajiban menjaganya dari segala jenis ancaman
·          Keperluan Aqal : Kewajiban menggunakannya bagi mengenal Allah dan menjaganya dari rosak.
·          Keperluan Keturunan & Maruah : Kewajiban bagi memastikannya aman dari segala percampuran keturunan dan segala yang boleh mencarik maruah.
·          Keperluan Harta : Kewajiban memanfaatkannya di sumber yang terpuji dan menjaganya dari ancaman. 
b.           Al-Haajiyyat : Sesuatu perkara yang manusia boleh hidup tanpanya tetapi dalam keadaan yang amat sukar. 

c.            At-Tahsiniyyat : Perkara-perkara sampingan bagi manusia serta sebagai pelengkap dan hiasan. 

2)       Kaedah mengenalpasti maslahat. Pertamanya, maslahat yang ingin dikenalpasti datang dalam dua bentuk, iaitu :-
a.         Maslahat duniawi @ kebaikan dunia : Boleh dikenalpasti menggunakan aqal yang shohih, pengalaman dan adat. Demikian pandangan sebahagian besar ulama Usul Fiqh Islam , antara mereka adalah Imam Malik B. Anas ( 179 H), Imam Al-Juwayni As-Syafie ( 478 H), Imam As-Sarakhasi Al-Hanafi ( 490 H) , Imam Abu Hamid Al-Ghazali ( 505 H), Imam Izuddin B Abd Salam ( 660 H) & Imam Ibn Taymiah Al-Hanbali ( 728 H). [2]
b.        Maslahat ukhrawi @ kebaikan akhirat : Tidak boleh ditentukan dan dipastikan kecuali melalui nas al-quran atau hadith. [3]   Para ulama telah pun meletakkan pelbagai kaedah bagi mengenalpasti maslahat ukhrawi dan duniawi, antaranya  seperti berikut [4] :-
a)        Memerhati dan meneliti nusus al-quran dan hadith yang jelas maksudnya.
b)        Mengenalpasti maslahat dan kehendak Syara’ ( Maqasid as-Syari’) melalui dalil-dalil perintah dan larangan.
c)        Penelitian terhadap ‘illah hukum dan seterusnya menentukan Maqasid as-Syara’ darinya.
d)        Kajian menyeluruh (istiqra) terhadap hukum-hukum yang telah sedia ada dan dalil-dalil hukum syara, dan seterusnya menentukan maqasid syara’ darinya.
e)        Mengambil kefahaman para sahabat hasil pemahaman mereka terhadap dalil-dalil.
f)         Menggunakan aqal hasil percubaan, pengalaman dan adat yang sihat. 


PERSOALAN PERTEMBUNGAN KEPENTINGAN POSITIF (MASLAHAT) DALAM SESUATU MASA DAN KAEDAH PENYELESAIAN
Kaedah Penyelesaian pertembungan dua maslahat (kepentingan).  Dalam hal ini, kita dikehendaki menggunakan segala kepakaran ilmu dan pengalaman bagi mengukur dan menimbang kekuatan sesuatu maslahat di antara satu sama lain. Secara ringkas, kaedah berikut boleh diguna pakai setelah penentuan sifat maslahat dibuat:-
·          Maslahat akhirat di utamakan dari maslahat dunia.
·          Maslahat yang dinikmati oleh ramai diutamakan dari maslahat yang hanya dinikmati oleh seorang atau kumpulan yang lebih kecil.
·          Maslahat yang yakin boleh dicapai diutamakan dari maslahat yang kurang yakin.
·          Maslahat yang lebih besar kesannya diutamakan dari yang kecil kesannya.
·          Maslahat yang boleh berkekalan diutamakan dari maslahat yang terputus dan cepat hilangnya.
·          Maslahat yang berkaitan perkara pokok dan asas diutamakan dari maslahat berbentuk ‘syakliah’ (bentuk dan rupa). ·
·          Maslahat masa depan yang diyakini diutamakan dari maslahat semasa yang lemah. 
Antara dalil pertimbangan antara maslahat seperti di atas adalah perjanjian hudabybiah dan dimeteri oleh rasul SAW, yang mana umumnya dilihat kerugian di pihak Islam, tetapi hakikatnya maslahat yang lebih besar di nikmati oleh pihak Islam kerana genjatan senjata selama 10 tahun hasil dari perjanjian itu, umat Islam berupaya menyebarluaskan dakwah Islam sehingga mendapat kekuatan yang nyata selepas perjanjian. [5]  


KAEDAH PENYELESAIAN PERTEMBUNGAN DUA MAFSADAH(KEBURUKAN)  
Sekali lagi, ilmu, pengalaman dan kepakaran yang didasari al-quran dan sunnah diperlukan bagi menentukan tahap keseriusan sesuatu keburukan yang mungkin timbul daripada sesuatu tindakan. Ini kerana, sebagaimana kebaikan yang berbeza-beza tingkat kekuatannya, demikian juga keburukan yang berbeza kesan seriusnya. Maka setelah penentuan tahap keseriusan mafsadah dibuat, kaedah fiqhiyyah berikut boleh digunakan pakai apabila berlaku pertembungan dalam dua jenis mafsadah/mudarat :-

  • الضرر يزال بقدر الإمكان
Ertinya : Menolak mudarat / mafsadah ditolak sedaya upaya yang ada. ; ini bermakna kita dituntut untuk menolaknya dan meminimakan penggunaannya selagi ada ruang

  • الضرر لا يزال بضرر مثله أو أكبر منه
Ertinya : Mudarat tidak boleh diatasi dengan menggunakan mudarat sejenisnya .  
·          لا ضرر ولا ضرار
Ertinya : Tidak harus memulakan mudarat, dan tidak harus membalas sesuatu kemudaratan dengan kemudaratan yang lain.

KAEDAH PENYELESAIAN PERTEMBUNGAN MASLAHAT DAN MAFSADAH

Islam menggariskan beberapa kaedah dalam menyelesaikan pertembungan ini seperti berikut :-
·                      إن درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
Ertinya : Menolak keburukan / mudarat diutamakan dari memperolehi maslahat ; Iaitu apabila kedua-duanya sama berat. Tetapi kiranya salah satu berat , maka perlu mengikut kaedah lain di bawah.
·                      إن المفسدة الصغيرة تغتفر من أجل المصلجة الكبيرة
Ertinya : Kemudaratan yang kecil tidak diambil kira dalam usaha meraih kemaslahatan yang besar.

·                      وتغتفر المفسدة العارضة من أجل المصلحة الدائمة
Ertinya : Tidak diambil kira keburukan yang terputus-putus , dalam usaha meraih kemaslahatn yang kekal dan berterusan.

·                      لا تترك مصلحة محققة من أجل مفسدة متوهمة
Ertinya : Tidak harus meninggalkan maslahat yang pasti kerana takutkan kemudaratan yang tidak pasti dan menurut andaian yang lemah.  

BEBERAPA PRINSIP ISLAM DALAM TINGKATAN KEUTAMAAN MENURUT AL-QURAN DAN AS-SUNNAH  

Antara Asas Utama : Keutamaan Kualiti Dari Kuantiti

1) Celaan Allah terhadap kumpulan kuantiti jahil . al-Ankabut:63 ; al-‘Araf: 187 ; al-Baqarah : 243 ; al-An’am : 116 2) Pujian Allah & Rasul terhadap kualiti walaupun kurang kuantiti :Shod : 24 ; Anfal:26 ; Hud : 116
Sabda Nabi SAW : الناس كإبل مائة لا تجد فيها راحلة [6]
Erti : Manusia yang ramai seumpama unta-unta yang banyak, hampir-hampir tidak dapat diperolehi dari kalangannya yang sesuai untuk dibawa bermusafir ( kerana tiada kualiti) .
2) Nisbah ukuran kekuatan seorang mukmin berbanding musuh, ia yang dijelaskan oleh Allah SWT :-                
a- Nisbah Dalam keadaan kuat :- ياأيها النبي حرض المؤمنين على القتال إن يكن منكم عشرون صابرون يغلبوا مائتين وإن يكن منكم مائة يغلبوا ألفا من الذين كفروا بأنهم قوم لا يفقهون .
Ertinya : Wahai Nabi, peransangkanlah orang-orang yang beriman itu untuk berperang. Jika ada di antara kamu dua puluh yang sabar, nescaya mereka dapat menewaskan dua ratus orang (dari pihak musuh yang kafir itu); dan jika ada di antara kamu seratus orang, nescaya mereka dapat menewaskan seribu orang dari golongan yang kafir, disebabkan mereka (yang kafir itu) orang-orang yang tidak mengerti. (Anfaal : 65 ) 
 b. Nisbah Dalam keadaan lemah :- الآن خفف الله عنكم وعلم أن فيكم ضعفا فإن يكن منكم مائة صابرة يغلبوا مائتين وإن يكن منكم ألف يغلبوا ألفين بإذن الله والله مع الصابرين .
Ertinya : Sekarang Allah telah meringankan daripada kamu (apa yang telah diwajibkan dahulu) kerana Ia mengetahui bahawa pada kamu ada kelemahan; oleh itu jika ada di antara kamu seratus orang yang sabar, nescaya mereka akan dapat menewaskan dua ratus orang; dan jika ada di antara kamu seribu orang, nescaya mereka dapat menewaskan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan (ingatlah) Allah beserta orang-orang yang sabar . ( Anfaal : 66)   

 1) Keutamaan Ilmu dari ‘amal
Dalil : Firman Allah SWT : والله يعلم متقلبكم ومثواكم فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات
Ertinya : “ Oleh itu, maka tetapkanlah pengetahuanmu dan keyakinanmu (wahai Muhammad) dan KETAHUILAH bahawa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan mintalah ampun kepadaNya bagi salah silap yang engkau lakukan, dan bagi dosa-dosa orang-orang yang beriman - lelaki dan perempuan; dan (ingatlah), Allah mengetahui akan keadaan gerak-geri kamu (di dunia) dan keadaan penetapan kamu (di akhirat).” ( Muhammad : 19) 
Sabda Nabi SAW : من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين
Ertinya : “ Barangsiapa yang Allah SWT inginkan kebaikan bagi seseorang maka Allah akan memahamkan ia dalam bidang agamanya.” [7]  
Khalifah Umar bin Abd Aziz berkata : من عمل في غير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح
Ertinya : Sesiapa yang beramal tanpa ilmu, maka kerosakan lebih banyak dihasilkan daripada kebaikan. [8]  
Para Ulama berkata : Menjadi pejuang Rabbani sebagaimana yang terdapat di dalam firman Allah dalam Al-Imran : 79 , adalah mereka yang mengajar manusia dengan mendahulukan ajaran isu-isu furu’ yang mudah sebelum memasuki bab usul yang sukar. [9]  


2)  Keutamaan Faham dari hafalan.
Dalil : فلولا نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا في الدين ولينذروا قومهم إذا رجعوا إليهم لعلهم يحذرون
Ertinya : “..oleh itu, hendaklah keluar sebahagian sahaja dari tiap-tiap puak di antara mereka, supaya orang-orang (yang tinggal) itu mempelajari & memahami secara mendalam ilmu agama , dan supaya mereka dapat mengajar kaumnya (yang keluar berjuang) apabila orang-orang itu kembali kepada mereka; mudah-mudahan mereka dapat berjaga-jaga (dari melakukan larangan Allah).” ( At-Tawbat : 122)   


3) Keutamaan Fahami Maqasid Dari Berpegang Kepada Zahir Nas Semata-mata.
Dalil : ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك
Ertinya : Ya tuhan kami, sesungguhnya engkau tidak jadikan penciptaan ini dengan sia-sia (tanpa tujuan dan hikmah)..( Al-A;raf : 54 ) Berkata Dr Yusoff al-Qaradawi dalam komentarnya terhadap ayat di atas berkata : “ lalu kami mengatakan juga ; Wahai tuhan kami sesungguhnya tidaklah kamu menysyariatkan sesuatu hukum kecuali bersamanya hikmah” [10]


4)  Keutamaan Ijtihad Dari Hanya Bertaqlid.
Dalil : ولا تقف ما ليس لك به علم
Ertinya : “Dan janganlah kamu berpegang dengan sesuatu perkara yang kamu tidak punyai ilmu (dengan keyakinan ilmu) dengannya” ( al-Isra’ : 36 )   

 

KEFAHAMAN KEUTAMAAN DALAM BIDANG DAKWAH

 1)       Keutamaan ‘rukhsoh’ dan ‘taysir’ (memberi keringanan dalam hal ijtihad zonniah) Dari ‘tasydid’ (memberatkan dengan fatwa-fatwa sukar). Dalil : Firman Allah : يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر Ertinya : “Allah berkehendakkan untukmu kemudahan dan tiada berkeingin menyusahkanmu” ( al-Baqarah : 185)   Hadith dari Asiyah ra , beliau menjelaskan : ماخير رسول الله صلى الله عليه وسلم بين أمرين إلا أخذ أيسرهما ما لم يكن إثماً , فإذا كان إثماً كان أبعد الناس عنه Ertinya : Tidaklah Rasulullah SAW diberi pilihan terhadap dua perkara (yang harus) kecuali baginda akan memilih yang terlebih mudah ( untuk ummatnya) selagi mana ia tidak membawa kepada dosa, kiranya ia boleh menjerumuskan ke arah dosa, maka Nabilah orang yang terjauh dari perkara tersebut” [11]  

2)       Keutamaan ‘at-Tadarruj’ (beransur-ansur) Dari Membuat Perubahan Mendadak. Berkata Khalifah Umar Ab Aziz r.a kepada anaknya apabila didesak untuk membuat perubahan drastik tatkala beliau memegang tampuk pemerintahan : لا تعجل يا بني , فإن الله ذمّ الخمر في القرآن مرتين , وحرمها في الثالثة , وإني أخاف أن أحمل الحق على الناس جملة , فيدَعوه جملة , ويكون ذا فتنة . Ertinya : “Jangan tergesa-gesa ya anakku, sesungguhnya Allah mencela arak di dalam al-Quran dua kali, dan mengharamkannya di kali yang ketiga, dan aku bimbang kiranya aku membawa kebenaran ini kepada manusia secara sekaligus (drastik) , maka mereka meninggalkannya juga sekaligus, maka berlakulah fitnah.” [12]

3)       Keutamaan memahami fleksibiliti fatwa untuk berubah (dalam hukum ijtihad zonni) menurut masa dan keadaan dari berpegang kepada fawa lampau tanpa mengendahkan perubahan persekitaran. Qaedah Fiqhiyyah [13] : لا ينكر تغير الأحكام بتغير الأزمان والأمكنة   Ertinya : Tidak diingkari bahawa hukum (zonni) berubah menurut zaman dan tempat.Berkata Imam Al-Qarafi ( 683 H) : “ Sesungguhnya jumud dalam mengambil ijtihad para    fuqaha silam membawa kepada kesilapan dalam fatwa..” 


4)       Keutamaan Berhujjah Dengan Dalil Quran, Sunnah Dari Fakta Logik Aqal. Firman Allah : ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة Ertinya : “Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmat kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, …”( An-Nahl : 125 )  Para mufassir menyebut erti ‘al-Hikmah’ adalah Al-Quran dan As-Sunnah, demikian pendapat Imam Al-Mawardi, Al-Fakhrurazzi dan lain-lain. Disamping terdapat juga tafsiran yang lebih terperinci menghuraikan bahawa hikmah adalah ‘ hujjah yang qat’ie yang mematah hujjah mad’u’, terdapat juga yang menafsirkannya sebagai ‘kata-lata dan tindakan yang tepat , dalam waktu yang tepat’ , yang lain pula menafsirkannya sebagai  “ Menzahirkan kebenaran dengan perantaraan ilmu dan aqal”   [14]  


5)       Keutamaan berdialog dan bermunaqasyah dengan orang yang jahil dari terus mengenepikan mereka dan menyerang mereka dengan makian dan cacian.  Firman Allah SWT : ياأيها النبي جاهد الكفار والمنافقين واغلظ عليهم
Ertinya : “Wahai Nabi, berjihadlah menentang orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bertindak keras terhadap mereka. Dan (sebenarnya) tempat mereka ialah neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” ( At-Tawbah : 73 )  Imam Fakhruddin Al-Razi menyatakan erti “ bertindak keras ‘ di atas bermakna keras dalam berhujjah dengan orang munafiq , manakala keras dengan tindakan fizikal kepada penentang Islam kafir. ( Rujuk tafsir al-Kabir @ Mafatih al-Gyaib )
Dr Yusoff Qaradhawi menyatakan : Jihad Kafir dan Munafiqin terdapat 4 peringkat :
1)Dengan hati 2) Dengan Lisan 3 ) Dengan Harta 4) Dengan tubuh
Adapun Jihad kuffar lebih khusus kaedahnya dengan menggunakan kekuatan, manakala jihad munafiq lebih khusus dengan menggunakan lisan. [15]  


6)       Keutamaan mengislah muslim dari dakwah non-muslim.   

 

KEFAHAMAN KEUTAMAAN DALAM BIDANG AMAL

1)       Keutamaan amal istiqamah dari amal yang terputus-putus. Dalil : Sabda Nabi SAW : أحب الأعمال إلى الله أدوامها وإن قلّ Ertinya : “Sebaik-baik amalan di sisi Allah adalah yang berterusan walaupun sedikit”[16]  
2)       Keutamaan amal yang menyeluruh manfaatnya dari amal yang hanya terhad manfaatnya individu. Dalil : Hadith-hadith yang menyebut keutamaan ilmu berbanding ibadah.Antaranya : إن الله وملائكة وأهل السموات والأرض حتى النملة في جحرها , وحتى الحوت ليصلون على معلم الناس الخير
Ertinya : “Allah, para Malaikatnya dan ahli langit sehingga semua di dalam sarang2nya dan ikan-ikan di lautan sentiasa mendoakan kebaikan dan keampunan buat para pengajar ilmu kebaikan”  [17] Sabda Nabi : ألا أخبركم بأفضل من درجة الصلاة والصيام والصدقة ؟ إصلاح ذات البين   , فإن فساد ذات البين هي الحالقة
Ertinya : Adakah kamu ingin aku sebutkan apakah amalan yang terlbeih baik dari darjat solat (sunat seorang diri) dan puasa dan sedeqah? , itulah usaha pemurnian kefahaman Islam dalam ahli keluarga& sahabat handai, sesungguhnya kerosakan kefahaman mereka adalah pencukur .. Nabi SAW menjelaskan kemudian : Ia adalah pencukur agama(kiranya tidak diperbaiki) . [18]
3)       Keutamaan amal yang lama kesannya dari amal yang pendek kesannya. Sabda Nabi : إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث ... Ertinya : Pabila mati anak Adam, terputus semua amalannya kecuali 3 perkara..[19]  
4)       Keutamaan bangkit dan beramal untuk kebaikan masyarakat dari duduk diam ( ketika musim fitnah dan cabaran) . Sabda Nabi SAW : ائتمروا بالمعروف , وانتهوا عن المنكر … فإن من ورائكم أياماً , الصبر فيهن مثل القبض على الجمر , للعامل فيهن مثل أجر خمسين رجلاً يعملون مثل عمله : قيل يارسول الله أجر خمسين رجلاً منا أو منهم ؟ قال : بل أجر خمسين منكم !! Ertinya : “Serulah kepada kebaikan dan laranglah dari kemungkaran …dan sesungguhnya akan datang satu masa kelak, mereka yang bersabar (dalam menghadapi fitnah) seperti pemegang bara-bara api, manakala mereka yang bekerja (untuk Islam) di ketika saat itu mendapat ganjran 50 kali ganda pahala amal seseorang . Sahabat bertanya : Adakah ganjarannya lebih dari  50 ganda seperti amalan sesama mereka atau berbanding kami? , berkata Nabi : Bahkan , lebih 50 kali dari amalan kamu” [20]
5)       Keutamaan pemurnian amalan hati dan amalan anggota. Firman Allah : وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء Ertinya : Tidaklah kamu diseru kecuali memperabdikan diri kepada Allah dengan ikhlas ( Al-Bayyinah : 5 ) Sabda Nabi SAW : إن الله لا ينظر إلى أجسامكم وصوركم , ولكن ينظ ر إلى قلوبكم
     Ertinya : “Allah tidak melihat kepada tubuh kamu dan rupa kamu ( dalam hisab amal) , tetapi dilihat dan ditelitinya hati kamu”  [21]
لا إن في الجسد مضغة , إذا صلحت صلح الجسد كله , وإذا فسدت فسد الجسد كله , ألا وهي القلب
Ertinya : “ Ketahuilah, di dalam jasad ada seketul daging, bila elok eloklah seluruh jasad, jika rosak, rosaklah seluruh jasad, ketahuilah ianya adalah HATI” [22]  
6)       Keutamaan memahami keutamaan sesuatu amalan berubah menurut suasana dan keperluan.  

 


KEFAHAMAN KEUTAMAAN DALAM MEMAHAMI PERINTAH SYARA’

1)        Keutamaan kemantapan usul aqidah dari hal ehwal furu’ aqidah dan fiqh.
2)        Keutamaan menunai dan memahami perintah fardhu dari perkara sunat.
3)        Keutamaan Fardhu ‘ain dari faardhu kifayah.
4)        Keutamaan  melunaskan haq jama’ah dari haq peribadi. 


KEFAHAMAN KEUTAMAAN DALAM BIDANG PEMULIHAN MASYARAKAT.
1)        Keutamaan mengubah individu kurang mampu dalam organisasi dari mengubah seluruh organisasi.
2)        Keutamaan fokus membentuk benteng dan jawapan dalam pertempuran minda dari kesibukan dalam pertempuran fizikal. Pihak penulis tidak menyebut dalil bagi semua prinsip keutamaan kerana tidak ingin memanjangkan penulisan ringkas ini, bagaimanapun ia akan disebut dengan ringkas dalam semasa pembentangannya kiranya kedapatan waktu untuk tujuan itu, InsyaAllah.  Manakala untuk mendaptkan huraian lengkap bagi sebahagian besar isi penulisan ini, bolehlah merujuk kitab “Fiqh Awlawiyyat : Dirasat Jadidah fi Dhaw al-Quran wa As-Sunnah” oleh Tuan Guru kami Syeikh Prof Dr Yusoff Al-Qaradawi.  Apa yang tepat dan benar, datang dari petunjuk Allah SWT , manakala yang lemah dan silap hasil kelemahan diri dan gangguan Syaitan.

[1] Al-Muwafaqat , As-Syatibi, 2/5 ; Nahwa Taf’il maqasid a-syari’ah, Dr Jamal Atiyyah
[2] . Al-Burhan, al-Juwaini, 2/150 ; Qawaid al-Ahkam, Izzudin abd Salam, 1/8 ; Ihya’ Ulumiddin, Al-Ghazali , 4/115 ; Majmu’ al-Fatawa, Ibn Taymiah, 10/282 ; Al-Fiqh Al-Islami wa madarisuhu, Az-Zarqa’, hlm 76 . Manakala Ima Syatibi, Ibn al-Arabi al-Maliki berijtihad bahawa aqal tidak punyai sebarang keupayaan untuk mengenalpasti kebaikan hatta kebaikan Duniawi.
[3] . Sumber-sumber rujukan yang sama seperti di atas.
[4] . Maqasid as-Syari’ah fi Ahkam al-Buyu’, Zaharuddin Abd Rahman, tesis MA Fiqh 2004, Univ al-Yarmouk, Jordan. Hlm 64-92
[5] . Fiqh Awlawiyyat , Al-Qaradhawi, hlm 29
[6] . Riwayat Bukhari dan Muslim
[7] . Riwayat al-Bukhari, Fath al-Bari, 1/159
[8] . Jami’ Bayan al-‘Ilm wa fadlihi, Ibn Abd Barr, 1/27
[9] . Fath al-Bari , 1/161
[10] . Fiqh Awlawiyyat , hlm 69
[11] . Riwayat Al-Bukhari dan Muslim ( Rujuk al-Lulu’ war Marjan, no 1502 )
[12] . Al-Muwafaqat, Imam As-Syatibi, 2/94
[13] . Syarh Al-Qawaid Al-Fiqhiyyah, Syeikh Ahmad Az-Zarqa ; Al-Qawaid Al-Fiqhiyyah , Ahmad An-Nadwi.
[14] . As-Taswibat fi fahmi ba’di al-ayat , Dr Solah Abd Fatah Al-Khalidi , hlm 110
[15] . Fiqh Awlawiyyat , hlm 217
[16] . Muttafaq ‘alaihi , dari Aisyah
[17] . Hadith shohih, rujuk Riyadussolihin
[18] . Shohih Ibn Hibban, 11/489 ; Abu Daud, 4/280; Albani menshohihkannya.
[19] . Bukhari dalam ‘al-Adab al-Mufrad’ dan Muslim
[20] . Abu Daud , 4/123 ; At-Tirmidzi , 5/257 ; Ibn Hibban , 2/108 ; Ibn Hibban mensohihkannya, Trimidzi menyatakan ianya Hasan Gharib , Albani mendhoifkan setengah nas dan menshohihkan setengah nas bermula dari ‘hari sabar‘
[21] . Muslim dari Abu Hurayrah , no 2564
[22] . Bukhari dan Muslim.

Sumber :Fiqh Awlawiyat dalam Islam- Ustaz Zaharuddin.net

p/s: selamat menghadam... :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...